ROBOTICS UNIVERSITY. Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post

Eltrums #2 2015 Universitas Muhammadiyah Surakarta

Written By Robotics University on Selasa, 19 Mei 2015 | 22.03



robotics-university.com
| Lomba line follower yang diadakan di UMS dinamakan Eltrums dilaksanakan yang ke 2. dengan menggunakan tema " Adu Strategi Adu Kreatifitas". Lomba line follower Eltrums dimulai dari tingkat SMA/SMK dan Universitas.
 
Biaya pendaftaraan :
Rp. 150.000/team ( 1 team max 3 orang)

Waktu pelaksanaan :
Hari,Tanggal : Minggu, 14 Juni 2015
Pukul : 08.00-Selesai
Tempat : gedung auditorium Moh. Djasman UMS

Dengan total hadiah 7,8 Juta+Sertifikat + Trophy

For more information :
Web : kmte-event.blogspot.com
FB : KMTE-EVENT
twitter : @KMTEUMS_EVENT

Contact person :
Abdur : 085866446893
Yunita : 089695693401
okta : 082329220065

Robotic Day 2015

Written By Robotics University on Sabtu, 09 Mei 2015 | 18.47


robotics-university.com | Robotic Day 2015 adalah sebuah event robotika khusus untuk para pelajar di Indonesia mulai dari SD - SMA. Event ini akan dilaksanakan pada 4 dan 5 September 2015 Ada beberapa kompetisi yang bisa kamu ikuti, diantaranya:

- Maze Solving (SD,SMP,SMA/Sederajat)
Max 2 orang per tim
- RC Sumo (SD/Sederajat)
Max 2 orang per tim
- Autonomous Sumo (SMP-SMA/Sederajat)
Max 2 orang per tim
- Open Category (SMA/Sederajat)
Max 5 orang per tim
- Science Project (SMA/Sederajat)
Max 3 orang per tim

Menangkan Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah!!!
dan, Sertifikat dan Piala yang diberikan adalah piala Kementrian Komunikasi dan Informasi Indonesia (KEMKOMINFO)

Tunggu apalagi, daftar sekarang!

Lomba akan dilaksanakan pada tanggal 4-5 September 2015 di SMAN 28 Jakarta (Jl. Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan)

Registration Fee :
- Sampai 30 Mei 2015 = Rp 150.000,- per orang
- 31 Mei - 31 Juli 2015 = Rp 250.000,- per orang
- Setelah 31 Juli 2015 = Rp 300.000,- per prang
(biaya pendaftaran akan digunakan untuk pembelian snacks,makan siang,goodie bag, dan kaos untuk peserta)


Register here (Online Registration)
sman28jkt.sch.id/roboticday2015/competition/register


Deadline Registration : 31 Agustus 2015

For more Information Contact Us

Website : sman28jkt.sch.id/roboticday2015
Email : Roboticday2015@gmail.com
Twitter :@robotic28
FB : Robotic Day 2015

Contact Person :
- Falih : 085777053774 (line id :mfaliha)
- Nadifa : 08567123156 (line id : nadifadifaaa)
- Rama : 0821223937669 (line id :ramhdi)
- Zoealya : 082112308833 (line id : zoealya)


Join and Show how great you are!!!

Penguat Differensiator

Written By Taufiq D.S. Suyadhi on Sabtu, 08 November 2014 | 13.14

robotics-university.com | Penguat differensiator adalah “lawan” atau “kebalikan” dari penguat integrator. Konfigurasi untai op-amp penguat differensiator adalah sama dengan konfigurasi untai penguat inverting. Perbedaannya terletak pada komponen hambatan input Rin yang digunakan. Pada penguat inverting, komponen hambatan input adalah berupa resistor (Rin) sedangkan pada differensiator, komponen hambatan input-nya berupa kapasitor (C). Kapasitor disini merupakan komponen penghambat/isolasi berbasis pada frekuensi (Frequency Dependent Impedance) yang disimbolkan dengan huruf Z.

Seperti untai integrator, pada untai differensiator terdapat sebuah resistor dan kapasitor yang membentuk sebuah rangkaian RC yang dihubungkan dengan penguat operasional dan juga reaktansi (XC) dari kapasitor yang memegang peran penting dalam kinerja sebuah penguat differensiator. Konfigurasi untai penguat differensiator ditunjukkan seperti pada gambar 1.


Gambar 1. Untai penguat differensiator
(Sumber: http://www.electronics-tutorials.ws/)

Dengan memperhatikan gambar untai penguat differensiator di atas. Kapasitor akan menghambat semua sinyal arus masukan berfrekuensi rendah (DC) dan hanya meloloskan sinyal arus masukan yang berfrekuensi tinggi (AC).

Pada sinyal frekuensi rendah, rekatansi kapasitor (XC) akan bernilai ‘tinggi’ sehingga op-amp (pada untai penguat differensiator) akan menghasilkan penguatan yang lemah (RF/XC) dan tegangan output yang rendah.

Pada sinyal frekuensi tinggi, rekatansi kapasitor (XC) bernilai lebih ‘rendah’ sehingga penguat differensiator akan menghasilkan penguatan (gain) dan tegangan output yang lebih tinggi. Namun demikian, pada frekuensi tinggi sebuah untai differesiator akan menjadi tidak stabil dan akan mulai terjadi osilasi.

Untuk menghindari penguatan frekuensi tinggi dari kebutuhan untai, maka dapat dilakukan pengurangan frekuensi dengan menambahkan sebuah kapasitor (CF) tambahan bernilai kecil yang dirangkai parallel terhadap resistor feedback (RF). Lihat gambar 2.


Gambar 2. Modifikasi untai penguat differensiator
(Sumber: http://www.electronics-tutorials.ws/)

Berikut ini persamaan-persamaan yang akan memberikan gambaran secara matematis apa yang sebenarnya terjadi. Selama tegangan input pada terminal inverting (pada untai penguat differensiator) bernilai nol, arus input akan melalui kapasitor dengan nilai sebagai berikut.

…...………………....…(1)

Kemudian muatan kapasitor dapat dirumuskan sebagai berikut.


……………………………………..........................…(2)

Dimana:
Q : Muatan kapasitor (coulomb)
C : kapasitansi kapasitor
Vin : Tegangan input (Volt)

Rata-rata perubahan muatan dirumuskan dengan:

..........................………….............………...…....…(3)

Tetapi adalah arus kapasitor iin,

..…………….......…………………....…(4)

.…………………………........………....…(5)

Dari persamaan di atas, maka dapat dirumuskan pula besar tegangan output untuk penguat differensiator sebagai berikut:

..…………………...…................…(6)

Nilai tegangan output adalah konstan. Tanda minus (-) pada persamaan Vout menunjukkan adanya pergeseran sudut phase sebesar 180 derajat, hal ini terjadi karena sinyal input terhubung langsung dengan terminal input inverting op-amp.

Bentuk untai penguat differensiator adalah mirip dengan rangkaian untai penguat inverting. Sehingga jika berangkat dari rumus penguat inverting

……..……………….......................…(7)

dan pada rangkaian penguat differensiator diketahui :

……..………………................................…(8)

……..………………...........................................................…(9)

Jika besaran ini disubtitusikan pada persamaan (7), maka akan didapat rumus penguatan (gain) differensiator sebagai berikut:

……………….......…………………..…..(10)

Kekurangan Penguat Differensiator
  • · Penguat differensiator pada frekuensi tinggi akan menjadi tidak stabil dan akan mulai terjadi osilasi.
  • · Input kapasitif (C) membuat penguat differensiator rentan terkena sinyal-sinyal noise acak.



__________
Sumber pustaka:
Taufiq Dwi Septian Suyadhi, 2010, “Buku Pintar Robotika”, ANDI Offset, Yogyakarta
Thomas Sri widodo, 2002, “Elektronika Dasar”, Salemba Teknika, Jakarta
http://www.electronics-tutorials.ws/

Penguat Integrator (Integrating Amplifier)

Written By Taufiq D.S. Suyadhi on Jumat, 07 November 2014 | 11.14

robotics-university.com | Konfigurasi untai op-amp integrator adalah sama dengan konfigurasi untai penguat inverting. Perbedaannya terletak pada komponen pembalik/feedback­-nya. Pada penguat inverting, komponen pembaliknya berupa resistor (RF) sedangkan pada integrator, komponen pembaliknya berupa kapasitor (C). Kapasitor disini merupakan komponen penghambat/isolasi berbasis frekuensi (Frequency Dependent Impedance) yang disimbolkan dengan huruf Z. Sehingga dapat dikatakan bahwa hambatan resistor RF tergantikan dengan oleh hambatan berbasis frekuensi dalam kapasitor dengan simbol Z (satuannya adalah Ohm, Ω). Hambatan seperti ini sering dinamakan dengan ‘Impedansi’. Konfigurasi untai penguat integrator ditunjukkan seperti pada gambar 1, sedangkan persamaan untuk memperoleh nilai impedansi kapasitor (Zc) adalah mengikuti persamaan (1).


Gambar 1. Untai penguat integrator
(Sumber: http://www.electronics-tutorials.ws/)

……...………………..................................……………...…(1)

Selama tegangan input pada terminal inverting (pada untai penguat integrator) bernilai nol, arus input Iin akan mengalir melalui resistor input (Rin) yang dirumuskan dengan persamaan:

…………...……...........……………...…(2)

Kemudian arus yang mengalir melalui kapasitor (C) feedback dirumuskan dengan persamaan:

………………(3)

Diasumsikan bahwa impedansi masukan op-amp adalah tak berhingga (pada op-amp ideal), maka tidak ada arus yang mengalir menuju terminal op-amp. Oleh sebab itu, persamaan pada terminal input inverting adalah sebagai berikut.

……………………….......…………..…(4)

Kemudian persamaan tegangan output Vout untuk penguat integrator adalah menurut persamaan berikut ini.

……………..………..…...…(5)

Atau dapat juga dituliskan kembali dengan:

……………………......………...…(6)
Dimana:

…………………………………........................……...…(7)

…………………………………….............................……...…(8)

Tanda minus (-) pada persamaan Vout menunjukkan adanya pergeseran sudut phase sebesar 180 derajat, ini terjadi karena sinyal input terhubung langsung dengan terminal input inverting op-amp.

Persamaan (6) dapat dimodifikasi sehingga memperoleh persamaan penguatan (gain) op-amp konfigurasi penguat integrator, yaitu:

…………….……………....…(9)





__________
Sumber pustaka:
Taufiq Dwi Septian Suyadhi, 2010, “Buku Pintar Robotika”, ANDI Offset, Yogyakarta
Thomas Sri widodo, 2002, “Elektronika Dasar”, Salemba Teknika, Jakarta
http://www.electronics-tutorials.ws/


Penguat Diferensial (Differential Amplifier)

Written By Taufiq D.S. Suyadhi on Kamis, 06 November 2014 | 09.13

robotics-university.com | Pada beberapa pembahasan mengenai penguat operasional yang penulis sampaikan pada artikel sebelumnya, kita baru menggunakan satu input op-amp yaitu hanya menggunakan salah satu dari dua input komponen op-amp. Jika tidak menggunakan input inverting, maka menggunakan input non-inverting untuk menguatkan sinyal input tunggal, sedangkan input yang lain dihubungkan dengan ground.

Pada tulisan kali ini, kita akan menggunakan dua terminal input secara bersama artinya kedua terminal input diberikan sinyal tegangan. Hasilnya, tegangan output Vout akan sangat tergantung pada perbedaan antara kedua sinyal input (V1 dan V2) yang diberikan. Konfigurasi ini dinamakan denga penguat diferensial (bedaan). Konfigurasi untai penguat diferensial ini juga dapat digunakan sebagai sebuah “pengurang” (subtractor). Untai penguat diferensial dapat kita lihat pada gambar 1.


Gambar 1. Untai penguat diferensial
(Sumber: http://www.electronics-tutorials.ws/)

Fungsi transfer untai penguat diferensial adalah sebagai berikut.

…………(1)

Ketika nilai resistansi R1 = R3 dan R2 = R4, maka rumus transfer fungsi penguat diferensial dapat dimodifikasi sebagai berikut.

..........................……….……………………...…(2)




__________
Sumber pustaka:
Taufiq Dwi Septian Suyadhi, 2010, “Buku Pintar Robotika”, ANDI Offset, Yogyakarta
Thomas Sri widodo, 2002, “Elektronika Dasar”, Salemba Teknika, Jakarta
http://www.electronics-tutorials.ws/

Penguat Penjumlah (Summing Amplifier)

Written By Taufiq D.S. Suyadhi on Rabu, 05 November 2014 | 08.54

robotics-university.com | Penguat penjumlah adalah sebuah untai dasar fleksibel yang merupakan pengembangan dari konfigurasi untai penguat amplifier inverting. Pengembangan tersebut dilakukan dengan penambahan beberapa resistor dengan nilai resistansi yang sama pada terminal input inverting (-). Sebutan lain untuk penguat penjumlah adalah “summing inverter” atau “voltage adder”. Untai penguat penjumlah dapat kita lihat pada gambar 1.


Gambar 1. Untai penguat penjumlah (summing amplifier)

Dari gambar 1, dapat dikatakan bahwa nilai tegangan output (Vout) menjadi proporsional terhadap tegangan input V1, V2, dan V3. Sehingga persamaan pada penguat amplifier inverting dapat dimodifikasi menjadi sebagai berikut.

…………..……..………(1)

…………..………..……(2)

Jika nilai semua resistansi/impedansi (Rin) adalah sama, maka nilai tegangan output dapat dirumuskan sebagai berikut.

…..…..………..……..…(3)

Apabila kita menghendaki “menambahkan (Add)” sinyal tegangan input lebih dari tiga, maka dapat ditambahkan lagi pada terminal input inverting op-amp, yaitu dengan menambahkan sinyal tegangan input yang ke-n (Vn). Pada kondisi nilai semua resistansi/impedans (Rin) yang senilai, maka penambahan (add) penguatan inverting dapat dilakukan.

Dengan menggunakan untai penguat penjumlah ini, kita juga dapat mengubah-ubah skala penguatan. Ini dapat dilakukan dengan memberikan nilai resistansi/impedansi yang berbeda-beda pada R1, R2, R3, dan Rn. Sehingga persamaan Vout dapat dimodifikasi kembali menjadi seperti berikut.

…..……................…..…(4)

….…...............…………(5)

Penggunaan nilai resistansi yang berbeda-beda pada untai penguat penjumlah ini sering juga disebut dengan “Scaling Summing Amplifier”, karena dengan menggunakan nilai resistansi yang bervariasi kita dapat mengubah-ubah skala penguatan penjumlah.


__________
Sumber pustaka:
Taufiq Dwi Septian Suyadhi, 2010, “Buku Pintar Robotika”, ANDI Offset, Yogyakarta
Thomas Sri widodo, 2002, “Elektronika Dasar”, Salemba Teknika, Jakarta
http://www.electronics-tutorials.ws/

Penguat Tidak Membalik Pengikut Tegangan (Voltage Follower)

Written By Taufiq D.S. Suyadhi on Selasa, 04 November 2014 | 08.16

robotics-university.com | Untai pengikut tegangan pada dasarnya adalah sama dengan penguat non-inverting, yaitu sinyal tegangan input langsung dimasukan pada input non-inverting (+). Namun perbedaannya adalah pada untai pengikut tegangan nilai resistansi RF adalah sama dengan nol (RF = 0). Gambar 1 merupakan rangkaian penguat operasional non-inverting pengikut tegangan (non-inverting amplifier - voltage follower).


Gambar 1. Untai penguat operasional non-inverting pengikut tegangan
(Sumber: http://www.electronics-tutorials.ws/)

Apabila kita bandingkan antara untai penguat non-inverting (gambar 2) dengan untai penguat non-inverting pengikut tegangan (gambar 1), maka terlihat bahwa nilai resitansi R2 meningkat hingga mencapai tak berhingga (infinity), nilai resistansi RF turun menjadi nol, nilai feedback menjadi 100%, dan nilai tegangan output sama dengan nilai teganagn input (Vout = Vin). Hal ini menyebabkan penguatan tegangan output menjadi selalu bernilai 1.


Gambar 2. Untai penguat operasional non-inverting
(Sumber: http://www.electronics-tutorials.ws/)

Berikut ini adalah persamaan-persamaan untuk untai penguat operasional non-inverting pengikut tegangan.


……………………………….…… (1)

Dengan Vin = V+ dan Vout = V-



……..…............………………………………(2)



Di sini terbukti bahwa nilai penguatan tegangan output untuk untai pengikut tegangan adalah selalu bernilai 1. Fungsi utama untai pengikut tegangan adalah sebagai penyangga (buffer) atau mengisolasi beban (load) output dari sumber input.

Untai penguat tidak membalik pengikut tegangan ini sering disebut dengan rangkaian penyangga (buffer). Dalam dunia elektronika, rangkaian buffer berguna untuk mengisolasi suatu rangkaian elektronika dari rangkaian elektronika yang lainnya, khusunya pada variabel keadaan orde tinggi (high-order state variabel). Selain itu pada suatu tapis aktif jenis Sallen-Key, rangkaian buffer berguna untuk memisahkan suatu tapis (filter) dari tapis yang lainnya.

Di pasaran, saat ini telah tersedia IC buffer yang langsung siap digunakan. Diantaranya adalah IC 74LS125 (berisi 4 buah buffer 3 keadaan) dan IC 74LS244 (berisi 8 buah buffer).



__________
Sumber pustaka:
Taufiq Dwi Septian Suyadhi, 2010, “Buku Pintar Robotika”, ANDI Offset, Yogyakarta
Thomas Sri widodo, 2002, “Elektronika Dasar”, Salemba Teknika, Jakarta
http://www.electronics-tutorials.ws/


 
Website belajar robotika oleh: Taufiq Dwi Septian Suyadhi
Copyright © 2013 - 2015. Robotics University - All Rights Reserved
Supported by ET
Powered by Blogger