ROBOTICS UNIVERSITY. Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post

KARBORA (Karapan Robot Madura) 2014

Written By Robotics University on Jumat, 05 September 2014 | 21.30

robotics-university.com | KARBORA (Karapan Robot Madura) 2014 merupakan lomba robot yang diadakan oleh SOKET (Studi Otomasi Dan Kendali Trunojoyo) setiap khusus untuk teman-teman SMA sederajat se-Madura. Dalam KARBORA tahun ini bertemakan “ Madura League Robosoccer ” yaitu kategori Robot Sepak Bola Analog.


Sistem acara KARBORA tahun ini tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu terdapat dua acara yaitu pada hari pertama WORKSHOP atau pelatihan merakit robosoccer sedangkan pada hari kedua pelaksanaan Kontes Robosoccer. Perlombaan yang dilakukan yaitu sistem Battle antara dua robot yang ditentukan secara acak, dengan pertandingan tiap tim terdapat dua robot yaitu robot penyerang yang dioperasikan manual dan robot kipper yang dijalankan otomatis oleh robot line tracer analog yang disediakan panitia.

Informasi pelaksanaan :
Pelatihan Robot Soccer (11 Oktober 2014)
Kompetisi Robot Soccer (12 Oktober 2014)

Tempat :
SMKN 3 Pamekasan

Informasi Selanjutnya :
http://ukmft-soket.blogspot.com/2014/08/karbora-2014.html

ABU ROBOCON 2015 Indonesia

Written By Robotics University on Kamis, 04 September 2014 | 08.46

robotics-university.com | Badminton is a fascinating and challenging game, the second most popular sport in the world, after soccer. The sport that combines energy and tactic at the same time, was first played by people in the Asian region. Badminton is a very dynamic sport, hence only through advanced concept and technology, it is possible to put badminton robots into realization. Robocon Indonesia proudly brings up the spirit of sport through the theme of Robocon 2015 as " ROBOMINTON – BADMINTON ROBO-GAME ". This event will be the first Robo-Game ever that draws the theme of sports in the history of ABU Robocon, to encourage the youth to explore their talents in transforming robotic technology into this challenging game. 



The official website http://robocon.tvri.co.id/
The theme rule of ABU ROBOCON 2015, Download here! 



Line Tracer Design And Contest (LTDC) 2014

robotics-university.com | Ikuti Lomba Robot Line Follower LTDC (Line Tracer Design And Contest) 2014 Universitas Negeri Malang tingkat nasional dengan tema "KOMPETISI ROBOT BERBUDAYA INDONESIA"



Ada 3 KATEGORI:
1. ANALOG untuk Pelajar (SMP/MTs Sederajat, SMA/SMK Sederajat)
2. MIKROKONTROLER untuk SMA/SMK Sederajat dan MAHASISWA
3. SPEED RACER (Kategori Baru) untuk SMA/SMK Sederajat dan MAHASISWA

Apabila mendaftar 2 Kategori sekaligus (Mikrokontroler dan Speed Racer) dapatkan
potongan biaya pendaftaran

Pendaftaran : 10 Juli - 10 September 2014
Pelaksanaan : 24-25 September 2014

TOTAL HADIAH PULUHAN JUTA RUPIAH!!!

Info Lebih lanjut

Fanpage : https://www.facebook.com/LineTracerDesignandContest
Twitter : @LTDC_UM
Webpage : http://wseum.com/ltdc2014/

CP :
085746182880 (Alfiyan)
089696287414 (Roshina)

BBM : 7A880D39

Robot EROS, wakil Indonesia di RoboCup 2014 Brazil

Written By Robotics University on Minggu, 10 Agustus 2014 | 09.01

robotics-university.com | Dalam ajang pertandingan sepak bola robot dunia (ROBOCUP 2014) yang digelar di Joao Pessoa – Brazil (pada 17 - 22 Juli 2014 yang lalu) tim robot PENS ITS kembali berlaga mewakili Indonesia dalam even kontes robot internasional tersebut. Kali ini masih dengan robot EROS.

Menurut EEPIS-Online, Robocup 2014 kali ini memiliki tantangan yang lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. EROS yang masuk dalam divisi humanoid kidsize harus berlaga di lapangan dengan luas 3 kali lipat lebih lebar dari lapangan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) nasional. Dengan ukuran lapangan yang lebih luas, bola yang digunakan juga sedikit lebih besar dari Robocup tahun lalu, yang di helat di Belanda.


EROS lolos melaju ke babak penyisihan 16 besar setelah menang besar atas Jerman 5-1. Dalam penyisihan grup pun, rekor EROS pun patut di acungi jempol. Bagaimana tidak, EROS menang atas Israel dan Korea Selatan dalam pertandingan grup.

EROS pun berhasil bertanding imbang 3-3 dengan Iran, yang notabene merupakan tim nomor wahid pada peringkat Robocup tahun lalu. Body robot Iran yang lebih besar tidak menghalangi EROS membalas skor tim lawan. EROS menjadi jawara grup, lolos ke pertandingan perempat final.

Pertandingan semakin panas, EROS berhasil menang melawan Team Mexico dengan skor 3-0. Prestasi tersebut membawa EROS lolos ke semifinal final melawan BlodHeart dari Inggris. Pertandingan seminal EROS kontra BlodHeart kali ini dipastikan semakin seru, karena tahun ini merupakan peningkatan peforma EROS dari tahun lalu.

Selanjutnya di Laga Semifinal, EROS ditekuk lutut 1:2 oleh BoltHeart sehingga memaksa EROS untuk mengikuti pertandingan perebutan juara 3 yang akan melawan BASET dari IRAN. Pada pertandingan perebutan juara 3, EROS hanya puas menempati posisi 4 setelah ditekuk lutut oleh BASET 1 : 5. Sehingga EROS hanya puas pada posisi 4 besar pada Robocup 2014.

--------
robotics-university.com : Semoga tahun depan, wakil Indonesia dalam RoboCup 2015 akan mampu menoreh prestasi yang lebih baik lagi.

Sumber berita: EEPIS-Online

Robot BEAM

Written By Robotics University on Jumat, 11 Juli 2014 | 13.47

robotics-university.com | Buku ini mengenalkan sebuah konsep ”luar biasa” dalam pembuatan robot. Konsep yang dapat memberikan pemahaman mengenai penerapan ilmu elektronika dalam pembangunan sistem elektronik dan sistem pengendalian suatu robot. Selain itu konsep ini juga memasukkan unsur alam sebagai sumber inspirasi pembuatan desain mekanik robot. Konsep tersebut bernama konsep biology, electronics, aesthetics, dan mechanics atau disingkat dengan BEAM.
Mengapa Saya katakan konsep ini luar biasa, karena konsep ini sederhana akan tetapi kontribusinya terhadap pengembangan robotika sungguh sangat besar.
Anda tidak akan paham mengenai konsep ini jika hanya membaca kata pengantar atau sinopsis buku ini. Untuk dapat memahami kosep ini secara lengkap, maka baca buku ini kemudian praktekkan apa yang telah Anda pelajari dari buku ini!


Untuk siapa buku ini ?
Buku ini diperuntukkan bagi siapa saja yang tertarik belajar robotika dan ingin menjadi salah satu pengembang (developer) ilmu robot di Indonesia.

Ringkasan isi buku ini adalah sebagai berikut:

1.    Biologi
Bab ini memberikan penjelasan bahwa konsep robot yang akan kita pelajari dan bangun adalah menjadikan alam sebagai sumber inspirasinya, yaitu menjadikan bentuk fisik suatu binatang sebagai contoh desain mekanik robot. Misalnya, laron, kecoak, capung, ular, ikan, dan sebagainya.

2.    Elektronika
Bab ini memberikan pengenalan dasar mengenai komponen elektronika analog & elektronika digital. Selain itu pada bab ini juga memberikan penjelasan mengenai pembuata sistem pengandali robot BEAM yang juga menjadikan alam sebagai sumber inspirasinya. Sistem pengendali tersebut meniru cara kerja sistem atau jaringan syaraf pada makhluk hidup termasuk manusia. Adalah syaraf elektronik (electronic neurons) yang dibuat dengan mengilhami cara kerja syaraf pada makhluk hidup dan digunakan sebagai pembangun sistem pengendali robot BEAM ini.

3.    Aesthetics (estetika)
Bab ini mengajak Kita untuk mampu menilai keindahan (estetika) suatu model atau disain mekanik robot, apakah “baik” ataukah “buruk”.

4.    Mekanik
Bab ini memperkenalkan beberapa bentuk mekanik robot BEAM yang sudah dibuat oleh para pengembang robot BEAM di dunia, dengan harapan setelah menyimak bab ini maka Anda sekalian segera memiliki ide desain mekanik robot BEAM Anda sendiri. Selain itu pada bab ini juga dikenalkan beberapa macam jenis penggerak/aktuator yang dapat digunakan dalam membangun robot BEAM.

5.    BEAM Robotics
Bab ini adalah pendahulu dari buku ini. Anehkah? Dalam bab ini memberikan informasi mengenai definisi BEAM, pemilik ide/konsep BEAM, prinsip pembuatan robot BEAM, dan mitos-mitos mengenai orang-orang yang mempelajari tentang robot BEAM.

6.    Membuat Robot BEAM
Bab terakhir buku ini mengajak Anda sekalian untuk “Praktek” membuat robot BEAM, yaitu robot laron dan robot kecoak.

Data Buku:
ISBN                             : 978-979-29-1746-8
Penulis                         : Taufiq Dwi Septian Suyadhi
Format/Jml. Hlm           : 21 x 13,5, xx + 180 halaman
Edisi/Cetakan               : I, 1st Published
Thn Terbit                    : 2014
Penerbit                       : Penerbit ANDI Yogyakarta
Harga                           : Rp. 49.000
Pembelian                    : Klik disini!



Panduan Mudah Pemrograman Robot

robotics-university.com | Sesuai dengan judulnya, ”Panduan Mudah Pemrograman Robot” buku ini diperuntukkan bagi siapa saja yang tertarik belajar mengenai cara memprogram robot, mulai dari para pelajar usia sekolah SD, SMP, SMA/SMK, penghobi robotika pemula, mahasiswa, masyarakat umum, sampai dengan para guru (SD, SMP, & SMA/K).
       Konsep dasar buku ini adalah sebagai buku panduan belajar pemrograman pengendalian robot. Buku ini memiliki keunggulan yaitu, pertama penjelasannya sederhana mengenai berberapa hal yang berkaitan dengan langkah-langkah pembuatan program pengendalian robot, sehingga akan memunculkan pemahaman dasar secara lengkap kepada pembaca, yaitu setelah membaca buku ini pembaca dapat langsung mempraktekan materi-materi dalam buku ini yang pada akhirnya pembaca dapat membuat program pengendalian robotnya sendiri. Kedua, contoh-contoh program yang diberikan cukup beragam serta menggunakan hampir semua pustaka lapangan (*.map) yang disediakan pada software RoboMind.

Secara umum pembahasan buku ini adalah:
1.    Pendahuluan
Memberi informasi mengenai pengertian pemrograman robot, algoritma pemrograman, dan juga langkah-langkah membuat program. Langkah pembuatan program itu dimulai dari penentuan tujuan program, pembuatan algoritma, dan akhirnya pembuatan program dengan bahasa pemrograman tertentu.

2.    ROBOMIND
Mengenalkan tentang software aplikasi yang akan digunakan dalam mempelajari cara membuat program pengendalian robot. Software tersebut adalah ”RoboMind”.

3.    Dasar Pemrograman Robot
Memaparkan tentang dasar-dasar pemrograman pengendalian robot dengan software RoboMind yang meliputi penjelasan mengenai struktur dan cara penulisan bahasa program.

4.    Latihan Membuat Program
Bagian ini berisi beberapa latihan membuat program pengendalian robot yang di uji coba pada berbagai macam area (map/game field).

5.    Pengendalian Secara Manual
Menjelaskan kepada pembaca bahwa, selain pengendalian dengan program (otomatis) robot juga dapat dikendalikan secara manual, yaitu menggunakan remote control.

6.    Penutup
Bagian ini beisi mengenai ‘closing statement’ Penulis mengeni keberadaan buku ini dan saran Penulis bagi pembaca setelah selesai membaca dan memahami secara keseluruhan isi buku ini.

Data Buku:
ISBN                             : 978-979-29-4104-3
Penulis                          : Taufiq Dwi Septian Suyadhi
Format/Jml. Hlm          : 21 x 13,5 cm, xvi + 96 halaman
Edisi/Cetakan               : I, 1st Published
Thn Terbit                    : 2014
Penerbit                       : Penerbit ANDI Yogyakarta
Harga                           : Rp. 49.500
Pembelian                    : Klik disini!
 
 

Global Position Systems (GPS)

Written By Taufiq D.S. Suyadhi on Senin, 17 Maret 2014 | 14.40

Robotics-university.com | Penggunaan piranti GPS dalam sebuah multirotor sebenarnya hanya bersifat tambahan (opsional). Artinya sebuah multirotor tanpa dilengkapi dengan piranti GPS masih tetap akan bisa beroperasi dengan baik seperti yang diharapkan oleh pembuatnya. Selama kelengkapan hardware standard multirotor tersebut (seperti flight controller, gyroscope, accelerometer, magnetometer, motor DC brushless (DCBL), propeller, ESC, dan kerangka multirotor) masih berfungsi dan bekerja sebagaimana mestinya.

Penggunaan piranti GPS pada sebuah multirotor akan meningkatkan performa sistem navigasi multirotor, terutama pada mode operasi tanpa pilot (operator) atau sering disebut dengan autopilot. GPS akan membantu sebuah multirotor dalam menentukan lintasan terbangnya (waypoint) dari satu titik tujuan menuju titik tujuan yang lain dan/atau kembali ke titik awal, yaitu dengan penentuan titik-titik pertemuan antara garis lintang (latiude) dan garis bujur (longitude) bumi yang menjadi target atau tujuan.

Piranti GPS ini biasanya telah terintegrasi pada piranti autopilot. Pada perangkat autopilot, GPS akan membantu dalam pembangunan flight management systems (FMS), yaitu sistem yang berperan untuk menjadikan sebuah pesawat/multirotor dapat melakukan take-off dan/atau juga landing secara otomatis tanpa bantuan seorang pilot (manusia).

Ada banyak jenis perangkat GPS. Dalam tulisan ini penulis mencoba memperkenalkan penerima sinyal GPS Copernicus II buatan Trimble (gambar 1) dan penerima sinyal GPS LS20031 buatan Locosys technology Inc (gambar 4).

A. GPS Receiver Copernicus II
GPS receiver Copernicus II adalah modul penerima sinyal GPS berukuran 19 mm x 19 mm x 2,54 mm yang memiliki 12 kanal operasi. Konfigurasi kaki-kakinya dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1. GPS Receiver Copernicus II (12 kanal)
(Sumber: www.trimble.com)

Gambar 2. Konfigurasi pin GPS Receiver Copernicus II
(Ket: Despkripsi pin lebih lanjut dapat dilihat dalam data sheet)

Dalam penggunaannya, modul GPS Copernicus II memiliki 3 mode operasi, pertama, mode run yaitu mode ketika GPS beroperasi aktif melakukan pencarian posisi (tracking). Mode ini juga disebut dengan mode normal. Kedua, mode standby, yaitu mode ketika memori RAM & real time clock (RTC) tetap aktif meski GPS sedang beristirahat. Ketiga, mode monitor, yaitu mode ketika firmware GPS sedang di-upgrade. Gambar 3 adalah gambar diagram blok GPS Receiver Copernicus II.



Gambar 3. Diagram blok GPS Receiver Copernicus II

B. GPS Receiver Locosys LS20031
GPS receiver LS20031 adalah modul penerima sinyal GPS berukuran 30 mm x 30 mm x 4,2 mm yang memiliki 66 kanal operasi. Konfigurasi kaki-kakinya dapat dilihat pada gambar 5.


Gambar 4. GPS Receiver Locosys LS20031 (66 kanal)
(Sumber: www.locosystech.com)

GPS receiver LS20031 dilengkapi antena cerdas dalam menerima data sinyal dari satelit. Piranti penerima pada GPS receiver LS20031 adalah berupa IC MC-1513 buatan MediaTek. Berbeda dari GPS receiver Copernicus II, jumlah kaki GPS receiver LS20031 hanya terdiri atas 5 buah pin. Konfigurasi dan deskripsi kaki-kaki GPS receiver LS20031 dapat dilihat pada gambar 5 dan tabel 1.


Gambar 5. Konfigurasi pin GPS Receiver Locosys LS20031


Sementara itu, diagram blok GPS Receiver Locosys LS20031 dapat dilihat pada gambar 6. Pada gambar tersebut tampak bahwa GPS Receiver Locosys LS20031 telah dilengkapi dengan antena penerima dan juga micro battery. Untuk berkomunikasi dengan mikrokontroler, GPS Receiver Locosys LS20031 mengirimkan sinyal data output secara serial yang berupa sinyal data yang memiliki level tegangan TTL.


Gambar 6. Diagram blok GPS Receiver Locosys LS20031

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. robotics-university.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger